Kamis, 10 Januari 2013

Sejarah Asuransi Kesehatan di Dunia


Sejak 1.000 tahun Sebelum Masehi masyarakat kuno telah mengenal prinsip dasar asuransi—yaitu yang dikenal dengan istilah “Hukum Laut”. Dalam konsep hukum laut di Sejarah Askes 
jaman kuno, perahu-perahu mengalami kesulitasn mendarat akibat malam  yang gelap 
gulita. Untuk mengatasi hal itu disepakati mengupayakan penerangan dengan cara 
melemparkan sesuatu kelaut, sehingga laut menjadi terang dan hasilnya dapat dinikmasti 
para nelayan. Karena penerangan yang dihasilkan oleh upaya itu dinikmati bersama oleh 
para nelayan, maka disepakati untukn menanggung bersama upaya itu. Dengan kata lain  
“Segala yang dikorbankan untuk manfaat bersama harus dipikul (kontribusi) secara 
bersama-sama”. Hukum kuno tersebut menjadi dasar dari prinsip asuransi, bukan hanya 
asuransi kesehatan, tetapi semua asuransi “a common contribution for the common good” 
(HIAA, 1994)

1. Di kalangan masyarakat China kuno juga sudah dikenal konsep asuransi yaitu 
masyarakat memberikan dana secara rutin  kepada sinshe tanpa memperhatikan apakah 
mereka sakit atau tidak. Ketika salah seorang anggota keluarga masyarakat sakit, mereka 
membawa si sakit ke shinse tanpa membayar lagi. Di Timur Tengah, konsep asuransi 
juga sudah berkembang sejak jaman kuno  yang tumbuh di kalangan pedagang yang 
berbisnis lintas daerah (kini lintas negara). Berdagang di gurun pasir luas dari Yaman di 
Selatan sampai Suriah di Utara atau dari Libia di Barat sampai Iran di Timur, mempunyai 
risiko kehilangan arah karena luasnya gurun pasir. Untuk menghindari beban ekonomi 
para keluarga kafilah yang berdagang jauh tersebut, para kafilah bersepakat 
mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk memberikan santunan kepada anggota 
keluarga kafilah yang hilang atau meninggal dalam perjalanan bisnisnya.  
Asuransi modern berkembang luas di Eropa pada pertengahan abad ke 19 pasca 
revolusi industri. Masa itu tumbuh harapan kehidupan baru yang baik, namun disisi lain 
terjadi peningkatan risiko dalam kehidupan rumah tangga. Kehidupan tradisional  
berbasis pertanian lebih menjanjikan kestabilan dan kepastian pendapatan jangka panjang 
dibandingkan dengan kehidupan industri. Ketidakpastian itu memicu tumbuhnya  
perkumpulan (asosiasi,  societies,  club, dan sebagainya) yang bertujuan menanggung 
bersama berbagai risiko yang menimpa anggota suatu kelompok akibat industrialisasi 
tersebut. Perkumpulan itu  kemudian berkembang pesat di beberapa negara, seperti 
Jerman, Denmark, Swedia, Norwegia, Swiss, dan Belanda, ditandai dengan pembentukan 
berbagai klub yang melakukan upaya bersama untuk menghadapi anggota perkumpulan 
yang menderita sakit, sehingga perkumpulan itu  disebut sick clubs, mutual benefit funds, Sejarah Askes 
cooperatives, atau societies.  Di Inggris dikenal Friendly Societies dan Saturday Funds
yaitu asosiasi para pedagang untuk mengatasi berbagai risiko dalam menjalankan 
usahanya.  
Dilihat dari keanggotaan dan bentuk perkumpulannya, dikenal beberapa variasi 
kelompok atau perkumpulan seperti serikat pekerja usaha dagang, industri kecil, pekerja 
di berbagai sektor, pengrajin, pengusaha (waktu itu masih kecil atau menengah), dokter 
secara perorangan, asosiasi dokter, kelompok keagamaan, dan perusahaan asuransi. Jenis 
asuransi yang umum di abad ke-19 adalah  mutual aid societies yaitu bentuk gotongroyong informal yang mengumpulkan iuran  dari para anggota perkumpulan dan 
menjanjikan memberikan uang tunai (cash benefit) ketika anggota yang mengalami cacat 
(hilang kemampuan/disable) yang disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit, sehingga 
anggota itu tidak mampu  berdagang atau bekerja lagi.  
Konsep asuransi sosial, yang bersifat wajib karena diatur oleh pemerintah atau 
penguasa, mulai berkembang di Eropa pada tahun 1883 ketika  Kanselir Otto von 
Bismarck  mewajibkan seluruh pekerja untuk bergabung dalam Dana Sakit (sicknes fund, 
zieken fond). Bismarck  berpendapat penduduk harus mendapatkan haknya pada masamasa sulit seperti ketika jatuh sakit. Hak tersebut diatur melalui suatu mekanisme khusus 
yang berasal dari kontribusinya sendiri, bukan sumbangan orang.. Negara harus 
menjamin agar hak tersebut terpenuhi dengan cara mewajibkan pekerja membayar iuran 
untuk dirinya sendiri. Sebagai  konsekuensinya, ketika orang mengalami kegagalan 
mendapatkan upah akibat sakit, orang tersebut berhak mendapatkan penggantian 
kehilangan upah tersebut. Jadi manfaat  yang diberikan bukan biaya pengobatan atau 
perawatan, akan tetapi pengganti upah yang hilang karena tidak  mampu bekerja (tuna 
karya sementara) akibat suatu penyakit. Pada awalnya, kewajiban ini hanya dikenakan 
kepada pekerja kelas atas (white collar), kemudian diperluas hingga pekerja, kasar, 
pelajar, mahasiswa, dan petani. Seperti juga yang terjadi di berbagai belahan dunia, 
penghimpunan dana secara tradisional yang bersifat sukarela oleh  friendly societies  -
semacam upaya dana sehat atau koperasi  di Indonesia- tidak bisa berkembang secara 
optimal. 
Jerman, tradisi ekonominya berkembang melalui pembentukan kelompok usaha 
yang terdiri atas pedagang, pengusaha kecil dan pengrajin (guilds), menerapkan sistem Sejarah Askes 
asuransi kesehatan wajib menggunakan pendekatan tradisi tersebut. Oleh karenanya 
sistem asuransi wajib (asuransi sosial) ini dikembangkan untuk tiap kelompok kerja atau 
di lingkungan suatu usaha/perusahaan. Ada tiga kunci kebijakan Jerman di akhir abad ke 
19 tersebut, yaitu setiap pekerja wajib mengikuti program dana sakit, dana yang 
terkumpul dikelola sendiri oleh kelompoknya dan sumber dana berasal dari pekerja itu 
sendiri, bukan dari pemerintah (Stierle, 1998)

2.  Model asuransi sosial inilah yang 
kemudian berkembang dan menjadi dasar  penyelenggaraan asuransi/jaminan sosial 
(social security) di seluruh dunia dengan berbagai variasi penyelenggaraan.  
Pada pertengahan abad ke 19 (tahun 1851), di Amerika, tepatnya  di San 
Francisco terbentuk  voluntary mutual protection associations seperti  La societe 
Francaise de Beienfaisance Mutuelle. Asosiasi ini selanjutnya mendirikan rumah sakit di 
tahun 1852 untuk melayani perawatan bagi anggotanya. Sejak tahun  1875, establishment 
funds (Dana Bersama) di Amerika mulai banyak terbentuk.  Dana bersama tersebut  
merupakan  mutual benefit associations, semacam serikat pekerja, dari suatu firma 
(employer) yang dapat berbentuk perusahaan atau bentuk badan hukum lainnya. 
Umumnya dana yang terkumpul berasal dari para karyawan, hanya sedikit Dana Bersama 
yang ikut dibiayai oleh majikan. Manfaat yang diberikan Dana Bersama umumnya 
diberikan sebagai dana kematian dan disabilitas dalam jumlah yang relatif kecil. Di akhir 
abad ke 19, gerakan penghimpunan Dana Bersama ini dinilai tidak memadai karena 
terbatasnya jumlah peserta yang memenuhi syarat ikut serta karena sifat kepesertaan  
yang sepenuhnya sukarela. Hambatan lain adalah  iuran yang  rendah sehingga dana yang 
terkumpul tidak mencukupi untuk membayar santunan yang dijanjikan. Ketidakcukupan 
peserta dan dana ini merupakan fenomena umum yang sampai sekarang terjadi di banyak 
negara berkembang. Akibatnya peserta tidak merasakan manfaat bergabung kedalam 
Dana Bersama dan memilih berhenti, sehingga jumlah peserta yang sudah sedikit 
semakin sedikit akibat berkurangnya jumlah peserta yang tetap bergabung.  
Sampai tahun 1917, asuransi disabilitas pendapatan (disability income) ini yang 
membayar manfaat ketika peserta sakit,  yang bukan karena kecelakaan kerja atau 
penyakit akibat pekerjaan—yang dijamin oleh pemerintah melalui UU Kecelakaan Kerja 
tahun 1908, merupakan satu-satunya jenis  asuransi kesehatan yang ditawarkan 
perusahaan asuransi. Pasar asuransi kesehatan penggantian upah ini tidak mengalami Sejarah Askes 
perubahan berarti di Amerika sampai 40 tahun kemudian. Di tahun 1940an, empat negara 
bagian Amerika (Rhode Island—1942, California—1946, New Jersy—1948, dan New 
York—1949) mewajibkan asuransi disabilitas pendapatan jangka pendek (short term 
disability income insurance) di negara bagian tersebut.  
Jaminan sosial (social security) yang kini dikenal di dunia dan mencakup salah 
satu program asuransi kesehatan sosial dikembangkan di Amerika di tahun 1935 setelah 
terjadi krisis ekonomi besar (great depression) di tahun 1932. Akan tetapi pada waktu 
pertama kali undang-undang jaminan sosial diundangkan tahun 1935, program asuransi 
kesehatan belum masuk dalam sistem jaminan sosial Amerika. Program yang masuk 
lebih dahulu adalah  jaminan hari tua dan disabilitas yang dikenal dengan OASDI (old 
age, survivor benefit, and disability income). Baru pada pada tahun 1965 Amerika 
menambahkan program jaminan kesehatan yang terdiri atas Medicare (asuransi kesehatan 
wajib bagi penduduk lanjut usia atau lansia, penderita cacat dan penderita gagal ginjal) 
dan Medicaid (program bantuan pemerintah pusat dan daerah dalam  jaminan kesehatan 
bagi penduduk miskin). Setelah tahun 1965, program jaminan sosial Amerika dikenal 
dengan OASDHI (old age, survivor benefit, disability, and Health Insurance). Seluruh 
program jaminan sosial tersebut dikelola oleh pemerintah federal (pusat) bukan oleh 
pemerintah bagian. 
Namun demikian, dalam hal asuransi kesehatan komersial, pemerintah Amerika 
menyerahkan pengaturannya kepada negara  bagian. Asuransi kesehatan komersial 
berkembang pesat pasca terjadinya krisis besar di Amerika.  


sumber : http://staff.ui.ac.id/internal/140163956/material/Bab_I_Sejarah_Asuransi_Kesehatanedited.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar