Minggu, 26 Juni 2011

ODOL dari SURGA

bermula dari hal sepele. lelaki itu kehabisan odol dipenjara. malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya.

tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. dan ini sangat jelas-jelas menyebalkan. istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya,dan diabaikan oleh para sahabat. sekoyong-koyong lelaki itu merasa sendirian! bahkan lebih dari itu: TIDAK BERHARGA! tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. bagaimana jika ia meminta odol pada Tuhan? berdoa untuk kesembuhan sudah berkali-kali ia dengar, meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita, begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang. tetapi minta odol kepada sang pencipta jutaan bintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang kali sebelum diutarakan

sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. tetapi apa daya? tidak punya odol untuk esok hari menjengkelkan hatinya, sangat amat tidak penting bagi orang lain, tapi sangat penting bagi dirinya.



maka dengan tekat bulatpun dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang dia sendiri anggap gila itu.

ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam remang cahaya. kemudian ia berbisik,"TUHAN, Kau tau aku sangat membutuhkan benda itu." doa selesai.

wajah lelaki itu tampak memerah, terlalu malu mengucapkan kata Amin.



tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya. "saya tidak bersalah pak!!" teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, "demi TUHAN pak! saya tidak salah!!" tolong pak, saya jangan dimasukkin kesini pak!!!"

"semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama!!" bentak sang petugas

brrrangg

pintu kamarpun dikunci dengan kasar. petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan. karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya, menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. akhirnya tangisan merekapun mereda dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.



pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget, kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. ia terbnagun dan menemuka dirinya hanya sendiri dalam penjara tersebut. lho mana si gemuk? pikirnya.

"dia bilang itu buat kamu!", kata si petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksud oleh petugas, "sekarang dia dimana pak?", tanyanya heran, "ooh, dia sudah kami bebaskan tadi dini hari, biaasa, salah tangkap!!" jawab petugas itu dengan enteng, "saking seneng nya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu." petugas pun ngloyor pergi.



lelaki itu tergaga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan si gemuk untuknya. tiba-tiba saja lututnya lemas. "YAA TUHAAAN!!!!" lelaki itu mengerang. ia tersungkur dipojok ruangan dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. lelaki itu bersujud disana dalam kegelapan sambil menagis tersedu-sedu. disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua sabun mandi, tiga botol shampo dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar